Relokasi Pasar Sido Makmur Blora Belum Siap

0
292

BLORA, KAPERNEWS.COM – Pemindahan Pasar induk Blora Kota ke lokasi baru yakni Pasar Sido Makmur yang terletak di Gabus nampaknya belum dibarenginya dengan kesiapan pengelola. Hal ini dapat terlihat dengan semrawutnya pembagian los yang seharusnya menjadi hak para pedagang lama.

Tejo Jojok Prabowo anggota LSM Jati Bumi menyatakan, Dindagkop Kabupaten Blora tidak siap mengelola aset pemkab senilai puluhan milyar ini.

Jojok, LSM Jati Bumi/ Mantan Ketua Karang Taruna Kabupaten Blora

“Selaku pengelola pasar induk Blora yang baru, Dindagkop Kabupaten Blora belum siap mengelola aset Pemkab senilai puluhan milayar ini sendirian,” ungkap Jojok panggilan akrabnya. Rabu, (9/1/2019).

Jojok menambahkan, papan pengumuman pembagian los pasar memakai tulisan kecil-kecil dan itupun hanya dua hari terpasang, sehingga banyak pedagang yang tidak mengetahui posisi bidaknya (los) dimana, hal tersebut yang menjadikan pedagang berjualan di sembarang tempat.

“Harusnya pengelola membuat pusat informasi di sini (lokasi pasar baru-red) untuk memberitahukan si A disini si B disini, bukan hanya di tulis nama dan asal pasarnya saja apalagi tanpa di tulis nama lengkap dan nomor KTPnya, sehingga terjadi pertikaian satu bidak diakui oleh satu orang lebih, padahal harusnya sudah masuk semua tetapi sebagian malah gak ngerti, hal inilah yang menjadi pertikaian antar pedagang pasar baru,” paparnya.

Zaenuri mewakili kepala Dindagkop Blora Masykur saat sidak pasar sido makmur

Zaenuri mewakili Ir. Mashkur Kepala Dindagkop Blora yang tidak bisa hadir dilokasi saat sidak berlangsung, menyampaikan sesuai dengan progress Dindagkop semua sudah masuk, pedagang pasar induk, pedagang Jl. Mr. Iskandar dan pedagang Relban.

“Untuk pedagang yang belum masuk, nanti kita tempatkan di Blok D, untuk nama yang belum masuk akan kita kroscek dengan petugas dilapangan, ” terangnya.

Ngami(65), Salah satu pedagang asal Dukuh Sasak Desa Buluroto Kecamatan Banjarejo yang telah berjualan selama 35 tahun di pasar Relban saat ditemui wartawan dilokasi memaparkan kebingungan dan kegelisahan seperti merengkuh angin. Kesedihan menerpanya selaku pedagang lama.

Surat Pasar Ngami, Warga Dukuh Sasak, Desa Buluroto Kacamatan Banjarejo Kabupaten Blora

“Sekitar 35 Tahun saya berdagang di Pasar Blora. wong tuo di ploro – ploro lee, ngene ki aku terus pie, di kongkon dodol ning ndi, engko nek ning kene sepi arang wong tuku trus aku mangan karo opo.? Wong aku sawah yo ora ndue, ape mburuh tani yo pie, wes kulino dodolan, ” keluhnya dengan bahasa jawa.

Ngami merupakan salah satu contoh pedagang yang bingung akan nasibnya berjualan, padahal masih banyak lagi Ngami Ngami yang lain. Nasib mereka bergantung pada kebijakan Pemkab Blora serta Dindagkop Kabupaten Blora selaku pengelola pasar Sido Makmur Blora.

 

Laporan : Adirin, wien

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here