Rahma Mary: Sedulur Sikep Raih Yap Thiam Hien Award 2018, Pemerintah Harus Buka Mata

0
593

JAKARTA, KAPERNEWS.COM – Penerus ajaran Samin Surosentiko yaitu Gunretno beserta saudara-saudari sedulur Sikep dan para pejuang kelestarian pegunungan Kendeng menghadiri undangan dari Saparinah Sadli atas nama Yap Thiam Hien Foundation. Senin (21/1/2019) sekitar pukul 18.00-21.00 WIB mereka menerima penganugerahan Yap Thiam Hien Award 2018 di Auditorium Perpustakaan Nasional RI lantai II Jl. Merdeka Selatan No. 11 Gambir Jakarta Pusat.

Salah seorang pendamping hukum Sedulur Sikep dan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang turut hadir malam itu menilai bahwa penganugerahan Yap Thiam Hien kepada Sedulur Sikep merupakan bentuk penghargaan publik atas perjuangan Sedulur Sikep dan JM-PPK yang tak henti-hentinya memperjuangkan kelestarian Pegunungan Kendeng.

“Bahkan sampai hari ini mereka masih harus menghadapi keganasan investor yang didukung pemerintah yang hendak mengekploitasi Kendeng untuk pabrik semen. Tapi selama itu pula Sedulur Sikep dan JM-PPK terus melawan. Semangat advokat Yap Thiam Hien yang berani menegakkan keadilan dan tulus rupanya dimiliki pula oleh sedulur-sedulur Sikep,” terang Siti Rahma Mary Herwati, S.H., M.Si., M.A. pada Kapernews.com, Senin (21/1/2019) malam.

Menurut Rahma, hal ini menjadi penanda bahwa mempertahankan kelestarian Kendeng adalah menegakkan keadilan atas lingkungan hidup sebagai hak asasi manusia. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi gerakan masyarakat serupa yang terjadi di berbagai daerah terhadap hak atas lingkungan dan sumber daya alam.

“Dengan penghargaan ini harusnya pemerintah terbuka matanya dan segera melaksanakan rekomendasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan segera menghentikan penambangan di Pegunungan Kendeng,” tandasnya.

Penghargaan Yap Thiam Hien ini diambil dari nama seorang pengacara Indonesia keturunan Tionghoa yaitu Yap Thiam Hien. Ia mengabadikan seluruh hidupnya berjuang demi menegakkan keadilan dan Hak Asasi Manusia (HAM). Namanya kemudian diabadikan sebagai nama sebuah penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang berjasa besar bagi penegakan HAM di Indonesia.

Melalui seleksi penjurian ketat, Sedulur Sikep dinilai layak mendapat penghargaan dalam bidang penegakan hak asasi manusia. Sudah kurang lebih 13 tahun, terhitung sejak 2006, Gunretno selaku sedulur Sikep dan para petani dari lintas kabupaten mempertahankan pegunungan Kendeng dari gempuran invasi perusahaan tambang dan pabrik-pabrik semen. Sedulur Sikep dinilai mampu merawat ibu bumi dan mempertahankan kelestarian lingkungan dari kerusakan lingkungan.

Sedulur Sikep terpilih dari 20 kandidat lainnya melalui sidang dewan juri yang terdiri dari mantan Duta Besar Indonesia untuk PBB di Jenewa Makarim Wibisono, pegiat isu politik dan HAM Clara Joenowo, aktivis pendidikan Henny Supolo, aktivis perempuan dan jurnalis senior Maria Hartiningsih, pegiat isu pluralisme Imdadun Rahmat, dan pegiat isu hukum dan HAM Haris Azhar.

Proses penentuan peraih Yap Thiam Hien Award 2018 diawali dengan mengumpulkan kandidat yang dihimpun dari jaringan/komunitas dan masyarakat luas sejak Mei 2018.
Di saat sidang dewan juri pertama yang diselenggarakan pada 19 November 2018 telah masuk sebanyak 25 nama, dan tersaring menjadi 20 nama kandidat yang disampaikan kepada Dewan Juri.

Kemudian dalam prosesnya telah tersaring sebanyak 4 nama kandidat untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut. Pada sidang dewan juri kedua yang dilaksanakan pada tanggal 23 November 2018, terpilihlah Sedulur Sikep dan Eva Bande sebagai Peraih Yap Thiam Hien Award 2018.

Pembela hak agraria Eva Susanti Hanafi Bande terpilih karena ia dikenal belasan tahun malang melintang berjuang membela dan mendampingi petani untuk mempertahankan hak atas tanah garapan, tanah adat, dan perlindungan kerusakan alam di Suaka Margasatwa Bangkiriang dari ekspansi industri perkebunan kelapa sawit di Toili, Luwuk, Sulawesi Tengah.

Laporan: Eko Arifianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here