oleh

Merasa Dirugikan Warga Sungai Turi Bongkar Plang Pemkab Tangerang.

-Suara Kita-359 views

TANGERANG, KAPERNEWS. COM – warga kampung Sungai Turi Kompak untuk melakukan Pembongkaran Plang Pemerintah kabupaten Tangerang yang menutup Akses jalan yang berada RT 10/01 dan RT 02/11 kampung Sungai Turi Desa Laksana Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang, Sabtu (16/11/2019).

Pembongkaran Plang Pemerintah kabupaten Tangerang, nampak hadir Sahat Sinaga SH Ketua Kowarban Herman Petrus wakil Ketua Umum Kowarban, Darman dan Tolib Jaro Desa laksana, Samsudin ketua RT, Uding RT Desa Laksana dan Tokoh masyarakat,Tokoh pemuda serta ibu – ibu masyarakat Desa Laksana.

Kuasa Hukum pihak Warga Desa Laksana

Sahat Sinaga SH Ketua Umum Komunitas Wartawan Banten (Kowarban) yang di dampingi Herman Petrus wakil Ketua Kowarban menyampaikan, kami disini di kuasa kan oleh masyarakat Sungai Turi sebagai Jubir, dalam Kegiatan ini ,Kegiatan ini bertujuan untuk persetujuan masyarakat, kesepakatan masyarakat,tidak ada intimidasi atau interpensi dari pihak – pihak tertentu,ini inisiatif dari warga Sungai Turi Desa Laksana Kecamatan Pakuhaji”imbuh nya

Lanjut Sahat ,”kenapa Warga bisa melakukan tindakan seperti ini,Karena warga Sungai Turi, sudah merasa Resah ,sudah merasa muak dengan janji – janji yang tidak pasti ,dengan janji – janji yang tidak menyenangkan hati nurani warga”papar nya

Sahat menambahkan,ini warga bisa bertidak seperti ini, tidak ada mementingkan kepentingan pihak tertentu,,kalau ada orang – orang tertentu berbicara nya ini warga melakukan tindakan seperti ini karena ada begini – begitu, itu sama sekali tidak benar,tapi karena ini semua semata – mata hanya untuk kepentingan umum,kepentingan masyarakat banyak”tegas Sahat.

Di tempat yang sama Samsudin RT 10/02 Desa Laksana mengatakan ,kenapa plang ini harus di bongkar karena merugikan masyarakat”,ucap Samsudin

Samsudin berharap, “seperti semula aja pak ,dari dulu sampai sekarang jalan supaya tetap dibuka”harap nya

Dilain tempat Mida salah satu warga RT 02/10 Desa Laksana mengatakan ,saya merasa terganggu lah,karena Askes jalan ditutup ,arti nya saya belum merdeka ,saya selalu membantu pemerintah tapi saya tidak dapat keadilan dari pemerintah ,karena Akses jalan di tutup oleh pemerintah kabupaten Tangerang”pungkas nya

Laporan :(Wiji Lastini)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed