oleh

Dinsos P3A Blora Turun Lapangan, Ajak Jauhi Kekerasan Pada Anak Dengan Dalih Disiplin

BLORA, KAPERNEWS.COM – Dalam rangka untuk memberi pemahaman kepada para orang tua agar menjauhi kekerasan kepada anak dengan dalih disiplin, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, aktif turun ke lapangan.

Seperti yang dilakukan Kamis (1/9/2022), Bidang PPPA Dinsos Blora sambangi orangtua dan siswa PAUD Belia Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Blora di Kelurahan Kauman, Kecamatan Blora. Hal itu dilakukan untuk sosialisasi KB dan parenting perlindungan anak.

Dijelaskan Kepala Bidang PPPA Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Amida Hayu K, S.Sos, MM, Dinsos akan terus turun ke lapangan untuk memberikan pemahaman tentang pengasuhan dan perlindungan anak.

“Salah satunya hari ini kami berikan kepada orangtua dan siswa PAUD Belia Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Blora,” jelasnya.

Di kesempatan itu, lanjut Amida, pihaknya mengajak peserta untuk lebih perhatian kepada anak dan menjauhi kekerasan dengan dalih disiplin.

“Pemahaman tersebut sekaligus untuk melakukan deteksi dini terhadap tindak kejahatan dan kekerasan terhadap anak tujuannya supaya cepat tertangani bila anak menjadi korban,” ujarnya.

Dikatakan, anak-anak adalah aset dan masa depan bangsa. Untuk itu mereka harus diperlakukan dan dilindungi dengan sepenuh hati.

“Ini sejalan dengan slogan Kementerian PPPA, yakni anak terlindungi Indonesia maju,” imbuh Amida Hayu K.

Dari berbagai sumber, bila orang tua mengalami kesulitan dalam mendisiplinkan anak, berikut cara atau langkah mudah yang patut untuk diikuti.

Diantaranya, jangan sekali-kali menggunakan kekerasan. Baik yang menimbulkan luka maupun yang tidak, seperti memukul pantat anak, menampar, mencubit, mengguncangkan badan, dan lain-lain.

Hindari penerapan disiplin berupa penarikan kasih sayang. Contohnya seperti berbagai bentuk pengabaian, mengisolasi, menunjukkan rasa tidak suka pada anak, dan lain-lain.

Berikan penguatan dan konsekuensi yang wajar. Penguatan atau hadiah (reward) dapat diberikan kepada anak jika ia menunjukkan perilaku positif yang diharapkan. Anak pun harus mendapat kesan bahwa reward merupakan suatu yang istimewa.

Mulailah dari perilaku yang mudah, sesuaikan dengan usia anak. Misalnya, waktu bangun, waktu tidur, belajar dan rutinitas sehari-hari lainnya. Untuk tahap awal, berikan penghargaan dan konsekuensi segera setelah anak melakukan perilaku yang diharapkan, sehingga ia menyadari apresiasi ini adalah akibat dari perbuatannya.

“Selain itu, jadikan latihan disiplin sebagai budaya bersama seisi rumah, sehingga anak tidak merasa melakukannya sendirian,” pungkasnya.

(Abu Sahid/ Eko Arifianto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed